Konsep Pendidikan Multikultural
DOI:
https://doi.org/10.37459/tafhim.v8i1.2937Abstract
Jika kita membuka lembar sejarah Indonesia, akan tergambar realitas konflik sosial yang terjadi dalam bentuk kekerasan di negeri ini. Pengalaman peperangan antar kerajaan sebelum masa kemerdekaan telah berhasil membentuk fanatisme kesukuan yang teramat kuat, yang tentunya mengancam terhadap persatuan dan eksistensi bangsa ini. Akibatnya, bara dendam berlangsung turun-temurun. Dendam serupa harta benda yang sangat berharga sehingga penting untuk diwariskan. Tak heran, bila konflik sosial bernuansa etnis, mewarnai permulaan reformasi yang terjadi di berbagai wilayah bangsa ini. Memang tak dapat dipungkiri, keragaman yang dimiliki oleh bangsa ini, berpotensi besar melahirkan konflik sosial. Konflik merupakan sesuatu yang normal terjadi dalam masyarakat multi-etnik, termasuk Indonesia. Untuk mengelola keberagaman sehingga tidak mengalami benturan dengan mengatasnamakan apapun, pendidikan multikultural merupakan hal yangat penting sebagai upaya memperluas wawasan anak didik tentang keberagaman. Dengan pendidikan multikultura, keberagaman tidak akan melahirkan sebuah konflik, tetapi justru menjadi sumber potensi untuk peradaban.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Artikel yang dimuat dalam jurnal ini boleh disebarluaskan, diterbitkan kembali, dengan syarat mencantumkan bahwa artikel tesebut telah dimuat di jurnal Tafhim al-'Ilmi dengan mencantumkan volume, nomor, dan halaman artikel terkait.