Peran Khalifah, Madrasah, dan Baitul Hikmah dalam Membangun Sistem Pendidikan di Era Abbasyiah
DOI:
https://doi.org/10.37459/tafhim.v17i02.321Keywords:
Dinasti Abbasyiah, Khalifah, Baitul Hikmah, Pendidikan Islam, MadrasahAbstract
Dinasti Abbasyiah menandai babak penting dalam sejarah pendidikan Islam dengan membangun sistem yang terintegrasi antara kekuasaan politik, lembaga pendidikan, dan pusat keilmuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan sinergi antara peran khalifah, madrasah, dan Baitul Hikmah dalam membentuk sistem pendidikan pada masa tersebut. Melalui metode kualitatif berpendekatan historis dan studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa para khalifah mendorong perkembangan ilmu melalui kebijakan inklusif dan dukungan patronase; madrasah memfasilitasi pemerataan pendidikan secara terstruktur; sementara Baitul Hikmah menjadi pusat penerjemahan dan inovasi ilmiah. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pendidikan di masa Abbasiyah tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil kolaborasi erat antar institusi tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif terhadap ketiga elemen utama tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara kepemimpinan politik, lembaga pendidikan, dan pusat penelitian dalam membangunperadaban yang berbasis ilmu pengetahuan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Artikel yang dimuat dalam jurnal ini boleh disebarluaskan, diterbitkan kembali, dengan syarat mencantumkan bahwa artikel tesebut telah dimuat di jurnal Tafhim al-'Ilmi dengan mencantumkan volume, nomor, dan halaman artikel terkait.





