https://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/issue/feedTafhim Al-'Ilmi2026-08-28T00:00:00+00:00Hairus Sodikhairussodik87@gmail.comOpen Journal Systems<p>Tafhim al-Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep. Secara spesifik jurnal ini mengkaji tentang ilmu pendidikan dan pemikiran Islam. Pendidikan Islam meliputi kajian tentang kurikulum, kelembagaan pendidikan, falsafah pendidikan, atau mengenai isu-isu aktual pendidikan Islam.</p>https://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/504Perspektif Hukum Islam Terhadap Tanggung Jawab Kepala Keluarga Dalam Keharmonisan Rumah Tangga Di Keluarga Jamaah Tabligh (Studi Kasus di Kecamatan Praya Barat)2026-06-26T01:54:31+00:00Muhammad Khuzairikhuzairimuhamad14@gmail.comSaepudinsaepudin14@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keharmonisan rumah tangga keluarga Jamaah Tabligh di Kecamatan Praya Barat, mengkaji perspektif hukum Islam terhadap tanggung jawab kepala keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, serta mendeskripsikan dampak aktivitas khuruj terhadap kehidupan keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anggota Jamaah Tabligh beserta keluarga di Desa Bonder dan Desa Batujai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keharmonisan rumah tangga Jamaah Tabligh dibangun melalui tiga mekanisme utama: (1) pemenuhan hak dan kewajiban nafkah lahir-batin sebelum dan selama khuruj; (2) musyawarah dan komunikasi intensif dengan keluarga; serta (3) kerjasama antar anggota keluarga. Perspektif hukum Islam memandang bahwa khuruj diperbolehkan selama kewajiban nafkah terpenuhi dan dilakukan atas izin istri. Faktor-faktor pendorong khuruj meliputi pelaksanaan perintah Allah SWT, perbaikan diri, dan pembangunan silaturrahim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan manajemen nafkah yang tepat dan komunikasi yang baik, aktivitas dakwah Jamaah Tabligh tidak harus bertentangan dengan keharmonisan rumah tangga.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/521KONSEPSI KEPRIBADIAN GURU MENURUT H. ISMAIL ARSYAD DALAM MANUSKRIP “SEDIKIT TENTANG PENDIDIKAN”2026-06-26T06:03:44+00:00Salman Al-Farsiisalmansungaikunyit@gmail.comIrfan Hanafihanafiirfan16@gmail.comAnas Sofyanibnumiyahanassofyan@gmail.com<p>Penelitian tentang manuskrip menjadi salah satu topik yang menarik untuk diteliti. Terlebih dengan banyaknya manuskrip yang ada, namun masih sedikit ditemui yang mengangkat penelitian tentang manuskrip. Di Kalimantan Barat sendiri terdapat berbagai macam manuskrip dari beberapa tokoh yang cukup populer. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji naskah manuskrip dari salah satu tokoh lokal Kalimantan Barat yakni H. Ismail Arsyad. Penelitian ini bertujuan mengkaji terkait manuskrip “Sedikit Tentang Pendidikan” karya H. Ismail Arsyad. Manuskrip ini sangat unik karena berkaitan dengan dunia pendidikan, namun dalam penelitian ini peneliti akan mengkaji aspek konsepsi kepribadian guru menurut perspektif H. Ismail Arsyad. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan filologi. Adapun hasil temuan dari penelitian ini yaitu disajikan potongan teks dari naskah manuskrip berikut dengan analisis isi teks oleh peneliti sehingga dapat dipahami dan dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan perspektif H. Ismail Arsyad dalam manuskrip “Sedikit Tentang Pendidikan”, kepribadian guru yang hendaknya selalu ada dalam diri seorang guru yakni harus berperilaku baik, memahami tabiat peserta didik, mengayomi dan menyayangi peserta didik, berperan sebagai penengah dalam suatu masalah, sebagai seorang guru harus mencintai pekerjaannya, selalu meningkatkan kemampuannya dengan haus akan ilmu dan selalu bersemangat belajar untuk meningkatkan kualitas guru yang baik. Seorang guru juga harus memerhatikan implementasi cara mengajar yang dapat memacu minat belajjar peserta didik.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/549PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM GEJALA STAGNASI DI SMP BERBASIS PESANTREN MUBAIYINUL ULUM DESA MEKAR SARI KECAMATAN SUNGAI RAYA2026-07-03T01:13:33+00:00fadilafadilasiti865@gmail.comAbdul Pandipandiabdul38@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mendeskripsikan kondisi manajemen SDM yang diterapkan di SMP Berbasis Pesantren Mubaiyinul Ulum Dusun Madani Desa Mekar Sari. 2) Untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya gejala stagnasi dalam perkembangan lembaga pendidikan di SMP Berbasis Pesantren Mubaiyinul Ulum. 3) Untuk memaparkan peran manajemen SDM dalam mengatasi gejala stagnasi di SMP Berbasis Pesantren Mubaiyinul Ulum, dalam penelitian mengunakan pendekatan kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses penyedian untuk memahami masalah social, sedangkan sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data mengunakan, <em>Data reduction</em> (Reduksi data), <em>Data</em><em> Display</em> (Penyajian Data), <em>Counclusion Drawing</em> (Penarikan kesimpulan) Hasil penelitian adalah 1) Manajemen SDM di SMP Berbasis Pesantren Mubaiyinul Ulum memerlukan penguatan orientasi strategis agar mampu mengintegrasikan nilai kepesantrenan dengan prinsip pengelolaan modern. Tanpa perencanaan berbasis kompetensi, pengembangan berkelanjutan, dan tata kerja yang rasional, potensi SDM belum optimal untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lembaga. 2) Gejala stagnasi di sekolah ini muncul akibat kombinasi kelemahan struktural, keterbatasan sumber daya, dan manajemen kelembagaan yang belum optimal. Faktor internal seperti perencanaan SDM yang belum strategis, rekrutmen dan pengembangan guru yang tidak berbasis kompetensi, serta budaya kerja tradisional membatasi inovasi dan kualitas pembelajaran. Faktor eksternal seperti persaingan antar lembaga, ekspektasi masyarakat, dan standar mutu yang meningkat memperkuat stagnansi. Ketidaksiapan sekolah menghadapi dinamika internal dan eksternal menjadikan potensi kelembagaan tidak tersalurkan secara maksimal, sehingga pembaruan sistem manajemen dan orientasi strategis menjadi kebutuhan utama. 3) Manajemen SDM sebagai solusi memegang peran strategis dalam mengatasi stagnasi. Perencanaan berbasis kompetensi menata penempatan dan pembagian tugas sesuai keahlian profesional.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/568Manajemen Pendidikan Berbasis Masjid 2026-07-03T01:22:08+00:00Lutfi Khunaefilutfi533659@gmail.comTriana Rosalina Noortrianasuprayoga@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen pendidikan berbasis masjid di Masjid Raudhatul Jannah, Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas ketua takmir, kepala madrasah diniyah, serta jamaah atau orang tua santri yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola Masjid Raudhatul Jannah telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara sederhana yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Para fungsi perencanaan program dilakukan melalui musyawarah pengurus berdasarkan kebutuhan jamaah dan kondisi masjid. Pada fungsi pengorganisasian, pengelola belum memiliki standarisasi tugas yang formal karena pembagian tugas berdasarkan kompetensi dan kedekatan sosial antar pengurus. Untuk fungsi pelaksanaan, program pendidikan diwujudkan kegiatan TPQ, madrasah diniyah, kajian rutin, maulid, dan hadrah berjalan dengan baik serta memperoleh dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Terakhir, pengelola melakukan fungsi pengawasan masih melalui evaluasi informal dan diskusi antar pengurus, sehingga tidak terdokumentasi secara sistematis.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/598TRANSFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.02026-07-03T02:15:41+00:00Nufil Indriyaninufilindriyani1@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi Manajemen pendidikan Islam Islam berbasis digital, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta menjelaskan peluang dan strategi pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka melalui analisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan digitalisasi pendidikan dan Society 5.0. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi Manajemen pendidikan Islam Islam berbasis digital memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan, pengambilan keputusan berbasis data, efisiensi administrasi, penguatan sistem pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan. Penerapan teknologi digital mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih inovatif, kolaboratif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Implementasi transformasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital tenaga pendidik, kesenjangan akses teknologi, serta resistensi terhadap perubahan sistem manajemen konvensional. Diperlukan strategi penguatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan kebijakan pendidikan berbasis teknologi, peningkatan investasi infrastruktur digital, serta kepemimpinan pendidikan yang visioner dan adaptif agar transformasi Manajemen pendidikan Islam di era Society 5.0 dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/601 مهارة القراءة بالمدخل الإنساني : مشكلاته وحلوله (دراسة تحليلية وصفية في فصل الاستعداد بمؤسسة الرحمانية كافورا سومنب2026-07-22T09:34:20+00:00Lailatul Jamilalaylajamila91@gmail.com<p><strong> </strong></p> <p>تُعد مهارة القراءة إحدى المهارات الأساسية والمهمة لاستيعاب اللغة العربية بشكل شامل. أحد المداخل المناسب لمواجهة التحديات لتعليم مهارة القراءة هو المدخل الإنساني. وتهدف هذه الدراسة إلى معرفة عملية تعليم مهارة القراءة بالمدخل الإنساني في فصل الاستعداد بمؤسسة الرحمانية سومنب ومعرفة مشكلاته وحلوله . ومن المتوقع أن تسهم هذه الدراسة في تطوير نموذج لتعليم اللغة العربية وعلى رأسها في تعليم مهارة القراءة ليس من الناحية المعرفية فحسب، بل يكون أيضًا ملائمًا بالأحوال النفسية والسياقية. </p> <p>يستخدم هذا البحث المدخل الكيفي والوصفي. أما عينة هذا البحث فهي مدير المؤسسة الدينية ،ونائب مدير المؤسسة في مجال المنهج ، ومعلم اللغة العربية، وطلبة فصل الاستعداد بقسم تعليم اللغة العربية بمؤسسة الرحمانية سومنب. وفي هذا البحث استخدمت الباحثة المقابلة، والملاحظة، والتوثيق. </p> <p> وأما نتائج الدراسة يمكن استنتاجه كما يلي: 1) أن عملية تعليم مهارة القراءة <strong>با</strong>ستخدام المدخل الإنساني في فصل الاستعداد بمؤسسة الرحمانية سومنب يتم من خلال التخطيط و التتفيذ أو التطبيق والتقييم 2) وأما مشكلاته من ناحية المشكلات اللغوية (قلة المفردات وتحليل الإعراب في الجملة ونطق الحروف المتشابهة) والمشكلات غير اللغوية (صعوبة المعلم على حفظ النظام الفصلي، دور المعلم كالميسر يكون عبئًا على المعلم، واستعداد الطلاب ودوافعهم مختلفة )، وأما حلول مشكلات اللغوية فهي : بتزويد المفردات عن النص المقروء، وكثرة التدريب على إعراب الكلمات وتلفيظ الأصوات العربية على وجه كثير، وأما حلول مشكلات غير اللغوية فهي: وضع الموافقات التعليمين بين المعلم والطلاب، مشاركة التدريب كالميسر المثالي، والتعرف على كل طالب على حدة </p> <p>ا<u><strong>لكلمات</strong></u><u><strong> </strong></u><u><strong>الأساسية</strong></u><strong> </strong><strong>: </strong><strong>تعليم</strong><strong> </strong><strong>مهارة</strong><strong> </strong><strong>القراءة</strong><strong> </strong><strong>،</strong><strong> </strong><strong>المدخل</strong><strong> </strong><strong>الإنساني</strong><strong> </strong> </p> <p><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p>2026-08-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/400Implementasi Program Pembinaan Kinerja Profesional Guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pasir Limau Kapas2026-06-26T01:12:56+00:00Nur Azijahjihanpnp@gmail.comArmanjihanpnp@gmail.com<p>This study aims to analyze the implementation of the teacher professional performance development program at SMP Negeri 1 Pasir Limau Kapas. The study used a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation studies, while data analysis used an interactive analysis model. The results of the study indicate that teacher professional performance development is implemented through a continuous cycle that includes performance planning, performance implementation, performance assessment, and follow-up and development. Program implementation is supported by policy alignment between the local government and educational units and the role of the principal as a professional mentor through reflective supervision. Teacher performance assessment is not only administrative, but also serves as a basis for planning further teacher professional development. This study provides an empirical contribution in the form of a continuous cycle-based model for teacher professional performance development at the junior high school level, which has implications for improving the quality of learning.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/614 STRATEGI PENGEMBANGAN MADRASAH BERBASIS PESANTREN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH IHYAUL ULUM GUNTUNG SANGGKAPURA GRESIK2026-07-21T15:24:47+00:00Rian Alfiansyahrianalfiansyah23@gmail.comNurul Hudanurulhudamenaraa@gmail.com<p>The implementation of pesantren-based formal madrasahs in archipelago regions often faces challenges in managing students' intensive study schedules, as well as limitations in supporting infrastructure for science and digital technology. This study aims to analyze in depth the development strategy of pesantren-based madrasah at MTs Ihyaul Ulum Guntung Sangkapura Gresik, map the curriculum integration patterns, and outline the supporting and inhibiting factors. This field research employs a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with the headmaster, pesantren caretakers, teachers, and 9th-grade students. The results indicate that the development strategy is realized through an Integrated Dual-System mechanism that aligns the Ministry of Religious Affairs curriculum with the salafiyah tradition through the dual roles of educators (murabbi) and the instrument of the Buku Kendali Santri (Student Control Book). The primary supporting factors include the social capital of the Bawean community's strong religious tradition and solid internal communication within the foundation. Meanwhile, the inhibiting factors consist of physiological constraints from students' physical fatigue and a limited quantity of laboratory computers. These obstacles are tactically mitigated through daily schedule flexibility, the elimination of homework, and nighttime peer tutoring methods to transition toward the long-term vision of becoming a digitally-oriented salaf madrasah.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/616ADAPTASI METODE PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH BERBASIS KURIKULUM INTERNASIONAL DI INDONESIA2026-07-21T15:23:25+00:00Budisetiawanbudi.sej@gmail.comNurul Angelianurulangelia94@gmail.comGusti Agung Cahyonogusti@nuris.ac.id<p>This study aims to analyze the adaptation model of Islamic Religious Education (IRE) teaching methods in the implementation of international curricula at international curriculum-based schools in Indonesia. This research employs a qualitative approach with a case study design, involving IRE teachers and students as the research subjects. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, documentation studies, and open-ended student questionnaires used as a supplementary qualitative data source. Data were analyzed interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification as proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, accompanied by source and method triangulation to maintain the credibility of the findings. The results show that teachers adapted their teaching methods by integrating inquiry-based learning, problem-based learning, collaborative learning, and the use of a Learning Management System (LMS) while maintaining Islamic values through reflective and contextual approaches. This adaptation increased student engagement and critical thinking skills, although obstacles remained in the form of limited professional training and resistance to change among some teachers. The study recommends strengthening teachers' pedagogical competence, improving digital literacy, and providing institutional policy support to integrate the global curriculum with Islamic identity.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/622RESILIENSI KEWARGAAN SANTRI: NEGOSIASI OTORITAS TRADISIONAL DAN AGENSI SOSIAL DI ERA MASYARAKAT 5.02026-07-31T22:53:53+00:00M. Deni Hidayatullahmdenihidayatullah1@gmai.comAhmad Tanzilul Falah Luthfiilulavatar00@gmail.comMoh. Ainorrosimoh.ainorrosi@gmail.comAbdul Wahidabdwahid@gmail.comAch. Maimunmaimun@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik kewargaan santri yang sering kali terjebak dalam dikotomi antara kepatuhan dogmatis dan kemandirian sipil. Di tengah transisi menuju Masyarakat 5.0, santri menghadapi tantangan untuk menyelaraskan otoritas tradisional pesantren dengan tuntutan agensi sosial di ruang publik digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori otoritas Max Weber dan konsep kewargaan aktif (active citizenship), penelitian ini menemukan bahwa praktik kewargaan santri tidak lagi bersifat linear-vertikal, melainkan hibrida. Hasil penelitian menunjukkan adanya negosiasi ruang privat di dalam budaya komunal pesantren serta transformasi nilai khidmah menjadi modal sosial di sektor profesional non-keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi kewargaan santri terletak pada kemampuan mereka melakukan navigasi identitas tanpa kehilangan esensi moralitas tradisional. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan literasi kewargaan di lembaga pendidikan tradisional agar tetap relevan dengan dinamika global.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study aims to explore the citizenship practices of santri (Islamic boarding school students), which are often caught in the dichotomy between dogmatic obedience and civic independence. Amidst the transition toward Society 5.0, santri face the challenge of aligning the traditional authority of the pesantren with the demands of social agency in the digital public sphere. Using a descriptive qualitative approach framed by Max Weber's theory of authority and the concept of active citizenship, this research finds that santri's citizenship practices are no longer linear-vertical but hybrid. The results indicate a negotiation of private space within the communal culture of the pesantren and the transformation of the "khidmah" (service) value into social capital within non-religious professional sectors. These findings confirm that the resilience of santri citizenship lies in their ability to navigate identity without losing the essence of traditional morality. This research implies the need to strengthen civic literacy within traditional educational institutions to remain relevant to global dynamics.</p> <p> </p> <p> </p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/396ANALISIS EFEKTIFITAS LABOR KOMPUTER SEBAGAI FASILITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 PASIR LIMAU KAPAS KABUPATEN ROKAN HILIR2026-07-03T02:11:02+00:00Lesnitalesnita19@gmail.com<p><em>A</em><em> computer lab is one of the most important learning facilities in a school. </em><em>SMPN</em><em> 1 Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir Regency, has provided a computer lab for teachers to utilize effectively to support the learning process. </em><em>H</em><em>owever, there are indications that the learning process in this school's computer lab is not yet optimal. this study used a mixed-methods method with the concurrent triangulation strategy model. </em><em>T</em><em>his research model utilizes quantitative and qualitative methods simultaneously in both data collection and analysis. </em><em>T</em><em>he primary data collection techniques were questionnaires and interviews. </em><em>R</em><em>espondents were 33 teachers at smpn 1 pasir limau kapas. </em><em>T</em><em>he results showed that the effectiveness of the computer lab as a learning facility was 82.24% within the good category </em><em>T</em><em>herefore, it can be concluded that the effectiveness of the computer lab as a learning facility at </em><em>SMPN</em><em> 1 Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir Regency, is categorized as good. </em></p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/627Preservasi Lingkungan Perspektif Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir 2026-08-01T21:51:21+00:00m.amirul mujahidin44m.amirulmujahidin44@gmail.comArif Firdausi Nur Romadlonariffirdausi@stiqisykarima.ac.idMuhammad Ainul YaqinAinultaqin@stiqisykarima.ic.id<p>Amid growing global attention to sustainability, the ecological crisis has emerged as one of the most urgent challenges facing humanity. This crisis—characterized by environmental degradation, natural resource exploitation, and increasing pollution—reflects a deeper moral and spiritual breakdown in the relationship between humans and nature, highlighting the need for a theological foundation to understand human responsibility toward the environment. This study examines Wahbah az-Zuhaili’s interpretation of Qur’anic verses on environmental preservation in Tafsir Al-Munir and formulates the principles of Islamic environmental ethics derived from them. Using a qualitative library research approach, the primary source is Tafsir Al-Munir, supported by relevant books, journal articles, and other scholarly works. Data were collected through documentation and analyzed systematically and inductively using a thematic (maudhui) exegesis approach combined with a scholar-based analytical framework proposed by Abdul Mustaqim. The findings show that az-Zuhaili interprets eight Qur’anic verses related to environmental preservation: QS. Al-An‘am: 38 and 165; QS. Al-A‘raf: 31 and 56; QS. Al-Ahzab: 72; QS. Ar-Rum: 41; QS. Al-Isra’: 26; and QS. Al-Baqarah: 261. From these interpretations, seven principles are identified: treating nature as a fellow creation within the order of life; avoiding excessive environmental destruction; upholding divine trust through obedience to God’s commands; fostering environmental awareness through productive action; understanding environmental damage as a result of human misconduct; exercising stewardship (khilafah) oriented toward prosperity rather than domination; and practicing restraint in the use of natural resources.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/628ANALISIS FIQH KONTEMPORER TERHADAP TREN PENGGUNAAN SKINCARE DIKALANGAN MAHASISWA STIT AQIDAH USYMUNI SUMENEP2026-08-07T05:38:41+00:00Ummi Kulsumummikulsumelsyifa85@gmail.comSubhan Wahyudi Ibnu Surahwan ummikulsumelsyifa85@gmail.com<p>Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin memberikan perhatian penuh mengenai kecantikan wanita. Kecantikan merupakan bagian dari keindahan, sedangkan Allah swt. itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kebanyakan wanita melakukan berbagai macam cara agar selalu terlihat cantik, salah satunya dengan berhias.</p> <p><em>Skincare</em> merupakan rangkaian aktivitas untuk mendukung kesehatan kulit khususnya wajah dengan menggunakan produk-produk tertentu. Wajah merupakan salah satu hal yang penting untuk dijaga dalam berpenampilan. Karena, wajah merupakan salah satu bagian yang menjadi pusat perhatian. Penggunaan jenis <em>skincare</em> yang sesuai dengan kebutuhan dapat membuat kulit wajah menjadi sehat.</p> <p>Sedangkan fokus penelitian ini adalah pertama, <strong>mengenai tren penggunaan <em>skincare</em></strong> di kalangan mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep saat ini. Apakah sebatas merawat kulit atau mencari kecantikan fisik yang berlebihan. Kedua,<strong> faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian skincare di kalangan mahasiswa. Ketiga, pandangan fiqh kontemporer</strong>. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, bertujuan untuk meneliti dan memahami fenomena terkait analisis fiqh kontemporer terhadap tren penggunaan <em>skincare</em> di kalangan mahasiswi STIT Aqidah Usymuni Sumenep. Data diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan narasumber, yaitu beberapa mahasiswa atau mereka penggunaan <em>skincare</em>.</p> <p>Sedangkan hasil penelitiannya; <em>pertama,</em> penggunaa <em>skincare bukan hanya dipandang sebagai tren, tetapi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, baik untuk menjaga kesehatan kulit, kecantikan, gaya hidup, percaya diri, bahkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. </em><em>Kedua, </em>pengaruh Media Sosial seperti, Instagram dan TikTok menjadi pusat utama tempat orang mencari tahu, membandingkan, hingga membeli produk perawatan wajah. <em>Kedua,</em> Industri Kecantikan sebagai sektor penopang ekonomi baru yang didorong oleh tingginya minat konsumen muda. <em>Ketiga, </em>dalam Fiqh Kontemporer skincare yang mengandung bahaya dilarang untuk digunakan. Bagi produsen yang memalsukan dan menyalahgunakan kandungan skincare berbahaya bukan hanya merugikan kesehatan orang lain, tetapi juga menodai etika bisnis dalam Islam.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/398Evaluasi Program Peningkatan Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir2026-06-26T00:53:30+00:00Awaluddinawaluddin03pnp@gmail.com<p><em>The Principal of SMPN 1 Pasir Limau Kapas, in coordination with the Rokan Hilir Regency Education Office as the organizer of formal education in schools in the region, has attempted to improve the quality of management, one of which is by implementing a teacher performance improvement program. This study uses a qualitative method with an evaluative approach. The program evaluation technique, namely the context, input, process, and product (CIPP) model, was chosen because it can be applied before and during a program, as well as after the program ends. This study involved 33 teachers as informants in addition to other primary sources, namely officials from the Rokan Hilir Regency Education Office and School Supervisors. The results of the study indicate that the teacher performance improvement program at SMPN 1 Pasir Limau Kapas, organized by the School Principal, School Supervisors, and the Rokan Hilir Education Office, has been running quite well, seen from all aspects including context, input, process, and product, which is in the moderate category. Efforts are still needed to develop teacher competencies, as well as coaching for promotion guidance and teacher functional positions after certification. Another thing that needs to be considered is the absence of clear standard operating procedures for program support staff, so that the ability of implementing staff to carry out their functions is still less than optimal</em></p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmihttps://jurnal.stitau.ac.id/index.php/tafhim/article/view/634Analisis Strategis Pedagogis Guru PAI dalam Program Tahfidz SD Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an 2026-08-26T03:03:27+00:00Edi Utomoediutomo3@gmail.com<p>This study investigates the pedagogical practices employed by Islamic Education (PAI) teachers to nurture students’ affection for the Qur’an through an elementary-level Tahfidz program. The program faces several challenges, including memorization fatigue, students’ limited retention abilities, and academic demands, which may weaken their long-term engagement with the Qur’an. A qualitative descriptive case study design was adopted, with data gathered through participatory observations, semi-structured interviews involving four PAI teachers and ten students, as well as a review of tahfidz assessment records. Data analysis followed the interactive framework developed by Miles, Huberman, and Saldana. The results reveal three key findings. First, teachers implemented a humanistic and holistic pedagogical approach by combining flexible Talaqqi-Muraja’ah techniques, Qur’anic storytelling (Qashash al-Qur’an), and emotional encouragement. Second, the use of reward-based positive reinforcement together with outdoor learning activities proved effective in minimizing students’ memorization fatigue. Third, consistent communication and collaboration between teachers and parents, facilitated through both printed and digital monitoring logbooks, strengthened students’ memorization practices at home. The study concludes that tahfidz instruction grounded in care, motivation, and comprehension of Qur’anic values is more successful in fostering a genuine love for the Qur’an than approaches that prioritize memorization outcomes alone.</p>2026-08-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tafhim Al-'Ilmi